Rehab

Setelah menikmati masa deadline drill (istilahku untuk serbuan deadline serentak dalam kurun waktu singkat dan berulang-ulang) selama lebih dari sebulan, aku ‘dipaksa’ istirahat dengan rusaknya komputer secara mendadak. Karena masalah teknis, akhirnya mesin tua itu pensiun.

Selama 3 hari tanpa komputer, alih-alih liburan aku justru merasa dalam masa rehabilitasi. Atau isolasi. Istirahat dan santai justru membuatku lelah dan sakit, atau hampir gila. Mungkin ini sebenarnya gejala sakaw komputer, tapi gilanya (lagi) ada sebersit rasa kangen masa-masa deadline drill. Perlahan perkataan orang mengenai aku yang workaholic mulai ada benarnya.

Choose two

Work life: choose two

Semasa deadline drill aku berusaha menyeimbangkan ketiga hal: desain sempurna yang minimal sesuai standarku, tepat waktu, serta kewarasan (atau kesehatan)ku. Bagai hal yang mustahil untuk direngkuh bersama, berhari-hari aku berakhir lebih dari 12 jam di depan komputer, sebagian mengutuk dan merutuk diri atas kesalahan yang sama berulang kali (yaitu menerima pekerjaan terlalu banyak). Kesalahan dan pelajaran yang sama, tapi aku tidak ingin berhenti. Istirahat hanya membuatku malas dan tumpul, walau bisa jadi sekarang aku hanyalah pensil runcing yang terlalu pendek, atau pensil yang diasah berlebihan dan asal-asalan dengan pisau.

Aku tahu benar diriku dan aku tidak menyangkalnya. Aku akan terus berlari, tidak peduli di ujung nanti bertubrukan keras dan hancur berkeping-keping. Toh penyesalan selalu datang belakangan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s