Childhood pieces

Begitu lepas dari deadline, aku langsung menyempatkan diri bermain-main. Tak peduli ini hanya buang-buang waktu dan bodoh, melemaskan tangan itu perlu. Bongkar-bongkar koleksi cat yang terbatas (sesuai dengan kemampuanku), aku menemukan tinta bakku sudah mengental. Bahkan aku tidak yakin bisa diencerkan dengan air, tapi tetap kulakukan dengan naif sebagai sugesti diri yang terlalu pesimis dan pelit berinvestasi.

bloom

bloom

Beberapa tahun belakangan ini aku ganti handphone sebanyak 2 kali. Itu terlalu banyak dan boros, sedihnya lagi handphone jaman sekarang tidak setangguh produk masa lampau. Beberapa data pribadi terselip kemudian hilang tak terselamatkan dan otakku terlanjur membatu untuk mempelajari teknologi menyimpan, mengorganisir ataupun menyelamatkan data. Salah satu harta yang kusayangi adalah lagu-laguku. Walau memalukan, karya ini menghubungkanku dengan masa lalu yang telah kutinggalkan dan tidak pernah kulupakan. Keterkaitanku dengan piano, walau kini bagai legenda yang buram, aku tetap berharap aku akan kembali lagi suatu saat nanti.

(setelah mencoba berkali-kali dan gagal dan tidak tahu apa yang salah, akhirnya aku menyerah mencoba embbed soundcloudku di sini. Ini linknya: Childhood pieces)

PS: childhood, seolah aku membuatnya pada waktu kanak-kanak walau kenyataannya lagu pertama yang kubuat ‘masih’ sekitar 8 tahun yang lalu dan lagu terakhir ‘baru’ 2 tahun yang lalu. Relativitas waktu einstein 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s