I left my soul in Bali (part 1)

Another great holiday, another super refreshment and bunch of new experiences 🙂

Entah kenapa akhir-akhir ini aku jarang mengabadikan momen dengan foto. Antara aku yang jenuh dengan kecenderungan orang jaman sekarang atau terlalu malas (kemungkinan besar alasan kedua), aku berdalih ingin mengabadikannya dengan kata-kata. Membangkitkan masa lalu melalui deretan kalimat serta memori usang nampaknya cukup menantang. Tapi, kutukan orang visual, aku tidak akan membiarkan postku hanya berisi kata-kata 😀

Pantai Pandawa. Photo by Dian K

Pantai Pandawa. Photo by Dian K

Jatuh sakit adalah hal yang tidak menyenangkan, terlebih lagi sampai harus opname, terlebih lagi di saat liburan. Jackpot ini dialami salah seorang temanku. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau hal itu menimpaku. Dari rencana menginap di hotel dan wisata kuliner berubah total jadi rawat inap di rumah sakit ditemani bubur. I feel sorry for her, dan karena selama ini dia yang berperan mengatur jadwal liburan, kini yang tersisa hanyalah anak-anak yang terlalu santai dan tidak memiliki agenda acara apapun.

pizza fiesta!

Western culinary fiesta

Look at the background, not the model.

Look at the background, not the model.

Tiba di bali jam 8 pagi di saat biasanya masih di kasur, cuaca panas langsung menyambut. Aku yang selama ini aman terlindungi dalam guaku kini mandi keringat di bawah sinar terik matahari. Setelah wisata kuliner di beberapa tempat (sandwich dekat hotel, babi guling chandra, domino pizza), kami bertualang mencari pantai tersembunyi di daerah Nusa Dua, pantai Pandawa. Dikelilingi bukit kapur yang menjulang eksotis, tidak disangka pantai ini begitu ramai dikunjungi wisatawan lokal. Selama beberapa jam kami hanya duduk, menikmati hembusan angin dan ombak yang menyapu separuh badan, asyik bermain pasir lembut di kaki. Tidak ada yang istimewa, tapi kami menikmati tiap detik di sana. Menjelang malam, kami makan pizza (lagi) margarita di sebuah kedai menghadap jalan legian. Seliweran berbagai wisatawan mancanegara membuatku seolah berada bukan di indonesia. Itulah istimewanya bali.

Air terjun di sungai Ayung. Photo by Dian K

Air terjun di sungai Ayung. Photo by Dian K

Beautiful all around. Photo by Dian K

Beautiful all around. Photo by Dian K

Esoknya kami sudah memiliki jadwal: rafting dan spa. Dua hal kontras yang menyenangkan. Tiba di ubud, berjalan menyusuri sawah, menuruni ratusan undak-undakan hingga lutut gemetar, akhirnya kami memulai perjalanan menyusuri sungai Ayung bersama sepasang turis dari Perancis. Jeram sungai ini tak begitu deras sehingga kita bisa menikmati pemandangan sekitar yang sungguh menakjubkan. Sepulang dari sana (yang harus menaiki puluhan tangga lagi), 2 jam terlelap dalam perjalanan mobil kembali ke hotel, kami bersiap untuk pergi spa. Lanjut duduk-duduk di pantai (lagi) di pantai Kuta, menyaksikan sunset yang tidak begitu menawan. Malamnya kami bertualang mblusuk mencari tempat makan di Poppies Lane yang temaram, bahagia memperoleh cordon bleu lezat dengan harga murah dan porsi banyak, walau kemudian berakhir dengan lampu mati. Masih belum puas, kami duduk di restoran outdoor dekat hotel dengan aneka lilin dan lampu-lampu yang indah dan romantis, hanya untuk minum segelas es teh manis.

Long way to go home. Photo by Yoshe

Long way to go home. Photo by Yoshe

Pahatan menakjubkan di bebatuan sepanjang satu kilometer di sungai Ayung. Photo by anonymous rafting guide.

Pahatan menakjubkan di bebatuan sepanjang satu kilometer di sungai Ayung. Photo by anonymous rafting guide.

(continue to part 2)

Advertisements

One thought on “I left my soul in Bali (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s