Hello another year

Manusia selalu perlu diingatkan, karenanya mereka menyekat dimensi waktu menjadi berbagai satuan, walau kadang masih tersesat dalam relativitasnya. Mereka juga menyukai hal baru, karenanya pergantian tahun seolah bagai lembar bersih yang baru dibalik, yang bisa diisi, dihias, diukir dengan estetis, untuk kemudian dipajang hingga penghujung tahun dan akhirnya diganti lembar baru lainnya. Sebagian ada yang bertahan, penuh coretan perjuangan, sebagian lain terlupakan. Usang terabaikan atau justru mengkilap tak tersentuh karena rutinitas kehidupan. Tapi bagaimanapun itulah gunanya, untuk mengingatkan manusia bahwa masih ada secercah harapan yang bisa dipegang atau minimal dipercaya di tengah kemelut monotoni dan gamangnya hidup. Bagi beberapa orang pelupa yang juga suka mempertanyakan berbagai hal dan aneka tujuan dalam hidup (baca: too much thinking hal tak penting), selembar catatan ini bisa jadi penyelamat mereka untuk tetap berpijak, navigasi kala tersesat, pelipur kala terpuruk.

2014

instant sketch inspired from this

Intinya, menyusun dan memproyeksi mimpi untuk masa depan membuatku mensyukuri apa yang telah kucapai hingga selama ini. Entah terlalu muluk, terlalu sederhana, atau terlalu konyol, aku tetap akan melakukannya (baca: membuat list).

  • Survive: Seperti yang kupelajari sebelumnya, aku akan berusaha melakukan segalanya untuk tetap bertahan hidup. Di usia hampir seperempat abad aku merasa buntu, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Terlalu jenuh untuk melanjutkan semua yang ada, terlalu bodoh untuk memikirkan apa yang sebaiknya kulakukan, terlalu takut untuk mencoba hal baru. Tapi bagaimanapun aku harus bisa bertahan dan (kalau bisa) menjadi lebih baik.
  • Slow down/no worries: Aku orang yang ceroboh dan konyol (dan too much thinking). Aku lelah berusaha cepat dan tepat kemudian berakhir berantakan.
  • Sell something: You see? I’m definitely stuck.
  • Explore Indonesia: Setelah melihat beberapa tempat (well, cuma dua) di luar Indonesia, aku tetap yakin bahwa negaraku sendiri mempunyai potensi besar yang jauh lebih baik dibanding manapun. Pantai, gunung, danau, air terjun, bawah laut, arsitektur kuno, budaya lokal, semuanya begitu kaya. Sedihnya aku justru terlalu takut bertualang di negaraku sendiri 😦
  • Volunteer: Selain berusaha menyelamatkan hidupku sendiri dari kebosanan akut, aku juga berharap suatu saat nanti bisa membantu hidup orang lain. Simple yet I don’t where should I start.
another question

another question. credit typeface: Univers LT Std 39 Thin Ultra Condensed

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s