Another Door

Salah satu pintu yang terbuka saat aku mendengar Clair de Lune membawaku pada salah satu nostalgia usang dalam hidupku: piano. Betapa kontras saat aku begitu muak menghabiskan waktu dengannya saat kecil dulu dan kini aku sangat rindu dan ingin memainkannya. Betapa menyedihkan waktu yang kuhabiskan mempelajari lagu-lagu klasik itu kini bagai sejarah yang tidak pernah terjadi, aku sudah tidak ingat bagaimana memainkannya. Walau begitu mimpi kanak-kanak itu masih tetap hidup dalam diriku, bahwa seseorang akan duduk di sana memainkan beberapa lagu klasik untukku, bahkan saat aku tahu aku hanya tukang jagal.

At least, I have a dream? 🙂

credit image: pinterest

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s