Clair de Lune

So.

Deadline is over again. Kapal kembali tenang, kebosanan kembali melanda.

Screen Shot 2013-09-07 at 11.25.31 PM

Di hari perayaan ulang tahun ke 151 Claude Debussy (22 Agustus), aku melihat visualisasi singkat Google Doodle membawakan lagu Clair de Lune yang secara tak terduga memberi nuansa aneh dalam diriku. Romansa awal abad 20 di bawah sinar bulan purnama, indah sekaligus perih. Entah bagaimana aku menginterpretasikannya, tapi ia membuka banyak pintu untukku. Bukannya paham, aku justru semakin tersesat dalam ketidakberpijakan.

Samar-samar aku merasa takut. Aku semakin kehilangan harapan terhadap kemanusiaan. Aku bahkan tidak bisa merubah diriku menjadi lebih baik, bagaimana aku bisa memperbaiki tempat ini?

Inilah manusia. Mengulang kesalahan yang sama.

Takdir telah erat menjalin kita bahkan sebelum lahir. Di masa apa kita lahir, di mana kita lahir, siapa orang tua kita, perlahan tapi pasti lingkungan membentuk kehidupan kita. Hanya sedikit orang yang menyadari dan terbebas dari pola itu. Dan ketika dalam keadaan terburuk, ia tetap mampu bertahan dan kebaikan hatinya tidak terpengaruh, bukankah itu kemenangan termegah yang kita dambakan?

Aku tidak bisa. Aku menyadari pola itu dan masih berputar-putar di dalamnya. Bahkan alam bawah sadarku menyetujuinya. Tapi aku tetap akan mencoba.

Advertisements

2 thoughts on “Clair de Lune

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s