Rafting? Oui!

2141_50444143165_776_n

2008 – semester 3 : rafting @noar

168072_1684763372199_3492060_n

2008 – semester 3 : after rafting (credit photo yy)

sebenarnya ini ajakan (atau paksaan?) temanku, aku tidak minat sepenuhnya karena beberapa masalah remeh dan teknis seperti bagaimana aku ke sana, bagaimana anggota lainnya, bagaimana ijin orang tuaku, dan sebagainya. intinya aku tidak sepenuhnya antusias menjelang kepergianku.

setibanya di sana, aku mulai rileks. aku mulai melupakan beban-beban di pikiranku. aku melihat sekitarku, melihat pemandangan, melihat orang-orang beserta kehidupan mereka. kemudian aku bilang pada diriku : yeah, it’s totally worthed.

melihat dunia sekitar yang tidak terbatas oleh tembok bangunan, dengan pepohonan hijau sepanjang mata memandang, bebatuan masif, serta arus liar air sungai, aku menyadari betapa kecilnya diriku. bahwa kita manusia semua sama, tak peduli tingkat sosial atau berapapun uang yang kita miliki, kita setara. kita sendirilah yang menciptakan tembok batas, strata, dan berbagai aksesori yang memisahkan diri antara satu dengan yang lain. sebegitu rumitnya manusia sehingga mereka sibuk melekatkan diri dengan berbagai atribut untuk membentuk identitas yang ironisnya justru malah menjauhkan mereka dari hakikatnya sendiri.

ada satu kesempatan ketika seorang guide menawarkan tantangan bahwa kita bisa lompat dari jembatan setinggi kurang lebih delapan meter ke sungai untuk mencapai perahu. melihat orang-orang bisa melakukannya dan tetap hidup tanpa kekurangan satu apapun, aku yang berpikiran pendek dan selalu ingin mencoba tentu tertarik. kelihatannya aku bisa melakukannya, cukup melompat kan, begitu pikirku.

ketika giliranku, aku melihat sungai di bawah dan meragu. bisakah aku? lebih karena terdorong oleh gengsi ketimbang penasaran, akhirnya aku melompat kecil. kakiku sepenuhnya di awang-awang. sepertiga perjalan menuju air, oh… seperti ini ternyata rasanya. sisanya aku seolah tersedot oleh percepatan gravitasi. rasa panik menyerang dan aku mengumpat diriku : stupid!! wtf!! what the hell are you doing huh?!!

momen berikutnya terdengar suara debam yang sangat keras dan sangat singkat, kemudian air mengepungku dalam sekejap. aku melihat sekitar sekilas dan yang ada hanya pemandangan suram berwarna coklat dalam proyeksi samar-samar seperti dalam mimpi. air menyerbu masuk ke dalam rongga hidungku dengan sensasi tusukan bertubi-tubi. andai saja secara tidak waras aku berupaya menghirup udara, otomatis paru-paruku akan terisi air dan tak terbayang seperti apa sakitnya. jadi aku hanya bisa diam dan menunggu tubuh ini terangkat dengan sendirinya ke permukaan. penantian yang panjang. aku jadi bertanya-tanya bagaimana seorang penyelam bisa bertahan sekian menit terperangkap dalam kondisi seperti ini, sambil bergerak kesana kemari pula.

begitulah. pengalaman baru. kejadian-kejadian konyol yang kelak menjadi pelipur laraku menghadapi hidup. mungkin karena alasan inilah aku tidak pernah berhenti mencoba dan tetap melakukan hal-hal bodoh.

73248_4564713769159_858227965_n

2012 – november : after rafting (credit photo yy)

skinnier? straight hair? massive panda eye?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s