demi apa?

25

akhir-akhir ini aku memikirkan bagaimana pandangan orang terhadap diriku. pandangan ini tercipta dari hasil bagaimana aku merepresentasikan diriku pada dunia. singkatnya, aku menyadari bahwa aku orang yang cenderung pasrah, mengikuti aliran dan tidak memiliki tujuan, orang yang tidak mempunyai impian. itulah aku.

tujuan itu penting, dan aku sedang merasakannya sekarang. tanpa tujuan, aku akan mati dalam rutinitas ini, aku hanya akan menjadi mesin yang bangun pagi, bekerja, tidur, bangun lagi, dan seterusnya. 

kemudian pertanyaan itu tercuat : demi apa aku melakukan semua ini? untuk apa aku bekerja?

sampai sekarang aku masih belum menemukan jawabannya. aku masih memikirkannya.

di sisi lain, aku memikirkan hal apa yang paling aku sukai. akhir-akhir ini, aku semakin giat bereksperimen dengan tipografi untuk membuat quote. aku percaya bahwa quote yang inspiratif mampu merubah hari (atau bahkan hidup) seseorang menjadi lebih baik. dari situ tercetus ide untuk membuat semacam campaign mengenai hal ini. walaupun masih ide kasaran yang dangkal, setidaknya aku mulai mempunyai tujuan.

maka aku mulai menchallenge diriku untuk menciptakan campaign ini dimulai dari diriku sendiri, yaitu menciptakan mood positif untuk diriku dan lingkungan sekitarku. let’s see…

credit typeface : 

demi : advent | apa : Ostrich Sans | ? : DubielPlain 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s