menyesal (lagi)

Yesss, aku melakukan kesalahan lagi, menyesalinya, kemudian melakukan kesalahan itu lagi, lagi, dan lagi.

Aku melepaskan sebuah kesempatan karena aku tidak rela rugi sedikitpun. Kemudian setelah diteruskan dan melihat hasilnya, aku begitu menyesal hingga ingin mengulangnya lagi dari awal. Bukankah itu jauh lebih rugi ketimbang mengambil kesempatan tadi?

Rasanya aku sudah mengalami peristiwa ini berkali-kali seolah menjadi masalah klasik dalam hidupku. Entah aku yang terlalu lemot hingga terlambat menyadari kesempatan itu atau diriku yang terlalu bebal atau aku memang perlu diberi lebih banyak pelajaran atau hal ini sudah menjadi takdirku.

Tuh kan, aku selalu tidak beruntung di hari pengeprinan. Apa karena sugesti??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s