‘pak, bolehkah aku mengulangnya lagi?’

Sehari setelah pengumpulan tugas, aku menemukan solusi atas kesalahan desain kalenderku. Kemudian aku bertanya, kenapa baru terpikir sekarang? Mungkin dulu aku sudah memikirkannya tetapi terlupakan begitu saja. Setelah itu aku menerawang, apabila aku membuatnya lagi mungkin hasilnya akan lebih baik dan rapi ketimbang yang kukumpulkan saat ini. Apabila aku membuatnya kemudian menukarnya diam-diam dengan karyaku yang sebelumnya mungkin tidak akan ketahuan, toh penilaiannya baru 2 minggu kemudian.

Tapi itu hanya sebatas pemikiran, karena ada halangan yang langsung mengurungkan niat itu. Aku takut ketahuan, dan yang terutama, aku malas melakukannya lagi.

Di sisi lain, aku merasa ironis dengan diriku yang bisa-bisanya baru memikirkan bagaimana desain yang baik setelah tugas itu sudah dikumpulkan. Walaupun berat, aku mengakui bahwa aku mengalami penurunan drastis dari waktu ke waktu. Aku sudah tidak pernah merasa penasaran, belajar, dan eksplorasi. Entah sejak kapan aku mandek dari dinamisnya hidup sementara waktu terus bergulir. Aku telah membatu.

Aku yang tidak lagi belajar dan bereksplorasi lambat laun sadar bahwa apa yang kulakukan sama saja dan menjemukan.

Aku harus berubah. Mungkin ini adalah titik balik awal untuk kebangkitan diriku.

Pertama-tama, aku harus mempunyai rencana terlebih dahulu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s