deadline

Media_http2bpblogspot_yipli
 poster dan kalender 
cerita rakyat keong mas gaya desain art deco

Dalam sepuluh hari terakhir, aku merasa waktu 24 jam sehari tidaklah cukup. Aku merasa hidupku terpusat pada apa yang kulihat, kurasakan, dan kukerjakan. Aku berkonsentrasi pada satu hal, yaitu tugas kuliahku yang sudah dibriefing sejak satu setengah bulan yang lalu tapi baru benar-benar kukerjakan dua minggu lalu.

Di saat seperti ini aku selalu bertanya, kenapa aku melakukannya. Kenapa aku suka menunda-nunda pekerjaanku dengan beranggapan bahwa aku akan bekerja maksimal apabila dipacu oleh deadline. Dan ketika deadline sudah di dekat mata, aku bekerja secepatnya secara sembrono sehingga menghasilkan karya yang tidak maksimal.

Setelah membaca esai mengenai manajemen waktu di sebuah artikel di tempo interaktif, aku berpikir bahwa sebagian besar waktu yang kulewatkan selama ini sangat sia-sia. Tanpa manajemen waktu, aku telah bertindak dan berpikir sembrono sehingga justru membuatku rugi mulai dari biaya, waktu, maupun tenaga.

Aku berkali-kali memikirkan hal ini, tetapi tetap saja aku melakukan hal yang sama. Aku terlalu bergantung pada deadline dan seolah-olah aku tidak bisa mengendalikan diri di depan komputer untuk tidak bermain-main, browsing ke sana kemari hingga tidak mengerjakan tugas sama sekali.

Selain itu, aku dituntut untuk mengikuti ujian piano. Aku yang tidak pernah benar-benar menekuni bidang ini dan menyia-nyiakannya begitu saja, yang kini justru mencukupi kebutuhan sehari-hariku. Aku tahu bahwa aku tidak mungkin mempersiapkan ujian ini layaknya deadline yang baru kukerjakan secara serius beberapa hari sebelum hari H karena ini adalah masalah keterampilan tangan yang diasah oleh waktu. Ini adalah proses yang menjadi hasil, yang tidak bisa dilakukan secara instan begitu saja.

Aku memikirkan tersebut seperti dulu ketika aku merenungkan kesalahan-kesalahanku. Aku menyesal. Ya, aku menyesal. Kemudian aku membuat kesalahan lagi dan lagi. Aku berpikir, mungkin menulis bisa membantuku sedikit untuk mengingatkanku terhadap kesalahan ini sehingga tidak mengulanginya lagi. Sebentar lagi TA dan aku tidak ingin bekerja dengan cara seperti ini. Aku harus bisa merubah diriku agar menjadi semakin baik.

Media_http1bpblogspot_lqhcu
aku masih harus banyak belajar
aku harus mencari motivasi dalam diriku
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s