14 Agustus 2010

Apakah orang lain juga merasakan perasaan yang sama? Seolah masalah yang mereka hadapi adalah yang paling berat, seolah diri mereka tidak seberuntung orang-orang lain yang ada di sekitar? Mungkin pemikiranku ini sama dengan orang-orang yang ada di dunia ini. We’re different people with same pattern.

Beberapa waktu lalu aku belajar bahwa hasil atau nilai akhir bukanlah segalanya. Bagaimana proses kerja keras kita selama ini dikerucutkan dalam satu kesimpulan, bagiku itu hanya persepsi belaka. Walau pada akhirnya orang akan melihat hasil dan bukan proses kita, aku belajar untuk tidak menjadikan itu sebagai tujuan hidupku.

Baru-baru ini aku juga belajar bahwa materi (baca : uang) seolah menjadi utopia di lingkup kemiskinan. Aku merasakan hal itu, ketika aku tidak bisa membeli sesuatu yang bagi orang bisa dibeli dengan mudah, hingga lebih kompleks lagi aku kehilangan kesempatan yang mungkin bisa membuat hidupku menjadi lebih baik karena aku tidak mempunyai fasilitas tersebut. Kondisi tersebut membuatku selalu membandingkan hidupku dengan hidup orang lain di sekitarku. Aku merasa bahwa hidupku adalah yang paling sengsara, tapi benarkah begitu? Aku memutuskan bahwa materi juga tidak bisa dijadikan tujuan hidup. 

Lalu apakah tujuan hidupku? aku masih mencarinya…

Media_http2bpblogspot_lwqla
Bagaimana menurutmu Ciko? Untuk apa kamu di dunia ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s